SOLUSI PENGOBATAN UNTUK SEHAT
solusiobat.com
Gold Natto
Gold G Sea Cucumber Jeli
Cyano Spirulina
Gold Natto
Biofirion Necklace

Telephon

Hubungi Kami di Hp. 08123700228 (Simpati) atau 081907302701

Google PageRank Checker

goldg320ml

cyanospirulina

biofirion

Gold Natto

 

Hysterectomy

Definisi Hysterectomy

Hysterectomy adalah prosedur operasi dengan mana kandungan (uterus atau womb) dikeluarkan atau diangkat. Hysterectomy adalah prosedur operasi non-obstetrical yang paling umum dari wanita-wanita di Amerika.

Kelaziman Hysterectomy

Kira-kira 300 dari setiap 100,000 wanita-wanita akan menjalani hysterectomy.

Mengapa Hysterectomy Dilakukan ?

Sebab yang paling umum hysterectomy dilakukan adalah untuk fibroid-fibroid kandungan (uterine fibroids). Sebab-sebab berikutnya yang paling umum adalah:

  • perdarahan kadungan yang abnormal (perdarahan vagina),
  • cervical dysplasia (kondisi-kondisi leher rahim atau serviks sebelum bersifat kanker),
  • endometriosis, dan uterine prolapse (termasuk pengendoran pelvis).

Hanya 10% dari hysterectomy dilakukan untuk kanker. Artikel ini akan terutama berfokus pada penggunaan dari hysterectomy untuk sebab-sebab yang bukan kanker, bukan keadaan darurat, yang dapat melibatkan bahkan keputusan-keputusan yang lebih menantang untuk wanita-wanita dan dokter-dokter mereka.

Uterine fibroids (juga dikenal sebagai uterine leiomyomata) adalah betul-betul sebab yang paling umum hysterectomy dilakukan. Uterine fibroids adalah pertumbuhan-pertumbuhan yang tidak berbahaya dari kandungan (uterus), penyebab darinya tidak diketahui. Meskipun mayoritas yang luas adalah tidak berbahaya, yang berarti mereka tidak menyebabkan atau berubah ke kanker, uterine fibroids dapat menyebabkan persoalan-persoalan medis. Indikasi-indikasi untuk hysterectomy pada kasus-kasus dari uterine fibroids adalah ukuran yang berlebihan (biasanya lebih besar dari ukuran kehamilan delapan bulan), tekanan atau nyeri, dan/atau perdarahan yang cukup parah untuk menghasilkan anemia. Pengendoran pelvis (pelvic relaxation) adalah kondisi yang lain yang dapat memerlukan perawatan dengan hysterectomy. Pada kondisi ini, wanita mengalami pengendoran dari otot-otot pendukung dan jaringan-jaringan pada area pelvis. Pengendoran yang ringan dapat menyebabkan prolapse (turunnya kandungan) derajat pertama, dimana leher rahim atau serviks kira-kira setengah jalan turun kedalam vagina. Pada prolapse derajat kedua, serviks atau tepi uterus yang memimpin telah bergerak ke mulut vagina, dan pada prolapse derajat ketiga serviks dan uterus menonjol keluar melewati mulut vagina. Turunnya kandungan (uterine prolapse) derajat kedua dan ketiga harus dirawat dengan hysterectomy. Kelemahan dinding vagina yang mengendor seperti cystocelerectocele, atauurethrocele dapat menjurus pada gejala-gejala seperti urinary incontinence (kehilangan urin yang tidak disengaja), keberatan pelvis, dan prestasi seksual yang terganggu. Kehilangan urin cenderung diperburuk oleh bersin, batuk, atau ketawa. Kemampuan beranak kemungkinan terlibat dalam meningkatkan risiko untuk pengendoran pelvis, meskipun sebab-sebab yang tepat untuk ini tetap tidak jelas. Penghindaran kelahiran melalui vagina dan mempunyai belahan caesarean tidak mengeliminasi risiko mengembangkan pengendoran pelvis (pelvic relaxation).

Hysterectomy juga dilakukan untuk merawat kanker kandungan atau sebelum kanker-kanker yang sangat parah (disebut dysplasia, carcinoma in situ, atau CIN III, atau microinvasive carcinoma dari serviks). Hysterectomy untuk kanker endometriosis (kanker lapisan kandungan) mempunyai maksud yang jelas, yang dari pengangkatan kanker dari tubuh. Prosedur ini adalah dasar dari perawatan untuk kanker kandungan.

Tes-Tes Dan Perawatan-Perawatan Yang Dilakukan Sebelum Hysterectomy

Wanita harus mempunyai pemeriksaan pelvis, Pap smear, dan diagnosis sebelum meneruskan dengan hysterectomy. Sebelum mempunyai hysterectomy untuk nyeri pelvis, wanita-wanita biasanya menjalani prosedur-prosedur penyelidikan operasi yang lebih terbatas (kurang ekstensif) seperti laparoscopy untuk menyampingkan penyebab-penyebab lain dari nyeri. Sebelum mempunyai hysterectomy untuk perdarahan kandungan yang abnormal, wanita-wanita memerlukan beberapa tipe dari sampling dari lapisan kandungan (biopsi dari endometrium) untuk menyampingkan kanker atau sebelum kanker dari kandungan. Prosedur ini disebutendometrial sampling. Juga, pelvic ultrasounds dan/atau tes-tes computerized tomography (CT) pelvis dapat dilakukan untuk membuat diagnosis yang kuat. Pada wanita dengan nyeri pelvis atau perdarahan, percobaan dari perawatan dengan obat seringkali diberikan sebelum hysterectomy dipertimbangkan.

Oleh karenanya, wanita premenopause (masih mempunyai periode-periode menstruasi yang teratur) yang fibroid-fibroid kandungannya menyebabkan perdarahan namun tidak ada nyeri umumnya pertama-tama ditawarkan terapi medis dengan hormon-hormon. Perawatan-perawatan non-hormon juga tersedia, seperti tranexamic acid dan prosedur-prosedur operasi yang lebih moderate (sedang), seperti ablations (pengangkatan lapisan kandungan). Jika ia masih mempunyai perdarahan yang signifikan yang menyebabkan gangguan besar pada kehidupan sehari-harinya, atau perdarahan terus menerus menyebabkan anemia(jumlah sel darah merah yang rendah yang disebabkan oleh kehilangan darah),dan ia tidak mempunyai kelainan pada endometrial sampling, ia mungkin dipertimbangkan untuk hysterectomy.

Wanita postmenopause (yang periode-periode menstruasinya telah berhenti secara permanen) yang tidak mempunyai kelainan-kelainan pada samples dari kandungannya (endometrial sampling) dan masih tetap mempunyai pedarahan abnormal yang gigih setelah mencoba terapi hormon, mungkin dipertimbangkan untuk hysterectomy. Beberapa penyesuaian-penyesuaian dosis atau tipe-tipe yang berbeda dari hormon-hormon mungkin diperlukan untuk memutuskan pada perawatan medis yang optimal untuk wanita perorangan.

Melakukan Hysterectomy

Pada masa lalu hysterectomy yang paling umum dilakukan dengan sayatan melalui perut (abdominal hysterectomy). Sekarang kebanyakan operasi-operasi dapat menggunakan hysterectomy-hysterectomy yang dibantu laparoscopic atau vagina (dilakukan melalui vagina daripada melalui perut) untuk kesembuhan yang lebih cepat dan lebih mudah. Rawat inap umumnya cenderung lebih lama dengan abdominal hysterectomy daripada dengan vaginal hysterectomy, dan biaya-biaya rumah sakit cenderung lebih tinggi. Prosedur-prosedur nampaknya memakan lamanya waktu yang sebanding (kira-kira dua jam), kecuali kandungannya berukuran sangat besar, pada kasus mana vaginal hysterectomy mungkin memakan waktu lebih lama.

Tipe-Tipe Dari Hysterectomy

Sekarang ada keberagaman teknik-teknik operasi untuk melakukan hysterectomies. Prosedur operasi yang ideal untuk setiap wanita tergantung pada kondisi medis tertentunya. Dibawah, tipe-tipe yang berbeda dari hysterectomy didiskusikan dengan petunjuk-petunjuk umum tentang teknik mana yang dipertimbangkan untuk tipe yang mana dari situasi medis. Bagaimanapun, keputusan akhir harus dibuat dari diskusi yang diperorangkan antara wanita dan dokter yang paling baik mengerti situasi individunya.

Ingat, sebagai aturan umum, sebelum tipe apa saja dari hysterectomy, wanita-wanita harus mempunyai tes-tes berikut dalam rangka untuk memilih prosedur yang optimal:

  1. Pemeriksaan pelvis sepenuhnya termasuk pemeriksaan indung-indung telur (ovaries) dan kandungan (uterus) secara manual.
  2. Pap smear yang terbaru (up to date)
  3. Ultrasound pelvis mungkin adalah tepat, tergantung pada apa yang ditemukan oleh dokter pada yang diatas.
  4. Keputusan menyangkut apakah mengeluarkan/mengangkat atau tidak indung-indung telur pada saat hysterectomy.
  5. Perhitungan darah sepenuhnya dan percobaan untuk mengkoreksi anemia jika mungkin