Kesehatan adalah karunia Allah SWT yang tidak ternilai harganya. Apalah artinya harta yang melimpah, uang banyak, tapi tubuh kita terbaring sakit. Tak ada lagi nikmatnya rumah bagus, mobil mewah dan uang berlimpah. Kesehatan juga tidak dapat kita titipkan, bahkan kepada orang dekat kita sekalipun. Jika kita sakit: anak kita, istri kita, suami kita, hanya bisa mendoakan dan mengantarkan ke rumah sakit. Oleh karena itu wajib kita jaga dan kita pelihara sendiri-sendiri. Kalau bukan diri kita yang menjaganya, lalu siapa lagi
UNTUK INFO SELANJUTNYA DISINI

Chat or Call me or sms Huda fanuri Hp.08123700228 (telkomsel) Hp.081907302701 (XL)

 

Syaraf Terjepit

(Pinched Nerve)



Introduksi Pada Syaraf Terjepit

Syaraf-syaraf adalah seperti kawat-kawat elektrik yang mengangkut informasi dari otak ke seluruh tubuh dan sebaliknya. Mereka terdistribusi keseluruh tubuh.

  • Syaraf-syaraf Motor (efferent) mengangkut informasi dari otak keluar ke tubuh. Ini mengizinkan otak untuk mengirim perintah-perintah ke berbagai organ-organ tubuh. Contohnya, perintah-perintah ini dikirim ke otot-otot menyebabkan mereka untuk berkontraksi dan bergerak, atau mengirim informasi ke jantung untuk berdenyut lebih cepat atau lebih perlahan.
  • Syaraf-syaraf Sensory (afferent) mengirim informasi dari tubuh balik ke otak untuk pemrosesan, termasuk informasi tentang nyeri, sentuhan, rasa, temperatur, atau sensasi-sensasi lain.

Informasi berjalan sepanjang syaraf dengan sinyal electrochemical, banyak seperti informasi yang berjalan sepanjang kawat elektrik. Ketika syaraf terjepit, sinyal terputus di suatu tempat sepanjang jalurnya.

Penyebab Syaraf Terjepit

Syaraf terjepit disebabkan ketika syaraf entah bagaimana rusak atau terluka oleh tekanan langsung dan tidak mampu untuk melakukan sinyalnya dengan baik. Ada banyak penyebab-penyebab yang berpotensi untuk syaraf terjepit, tergantung pada lokasi dari syaraf.

Syaraf Terjepit Pada Leher Atau Punggung Bagian Bawah

Syaraf terjepit pada leher atau punggung bagian bawah dapat disebabkan oleh cakram yang menonjol (herniated disc), arthritisbone spurs, atau spinal stenosis (penyempitan spine).

Spinal stenosis adalah penyempitan dari kolom tulang belakang yang syaraf-syaraf lewat melaluinya. Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah atau pantat dapat menekan syaraf sciatic, yang dapat menyebabkan sciatica.

Syaraf Terjepit Pada Pergelangan Tangan Atau Siku Tangan

Syaraf terjepit pada pergelangan tangan dapat disebabkan oleh carpal tunnel syndrome. Kondisi ini disebabkan oleh penekanan (kompresi) pada syaraf median ketika ia lewat melalui jaringan yang terbatas dari pergelangan. Cubital tunnel syndrome adalah kondisi serupa yang disebabkan oleh penekanan dari syaraf ulnar pada siku. Kedua-duanya dari kondisi-kondisi ini adalah lebih umum pada orang-orang diabetes dan orang-orang yang melakukan aktivitas-aktivitas yang berulang-ulang seperti juru ketik, yang menggunakan computer keyboard untuk periode-periode waktu yang panjang, atau pekerja-pekerja jalur perakitan.

Penyebab-penyebab Lain Dari Syaraf Terjepit

Pembengkakan sekitar syaraf dapat disebabkan oleh luka, memar, atau kondisi-kondisi lain, termasuk pembengkakan dari anggota-anggota tubuh yang dapat terjadi dengan kehamilan. Kecenderungan yang diturunkan, seperti yang dimanifestasikan oleh sejarah keluarga dari kondisi serupa, dapat juga meningkatkan kesempatan individu mengembangkan syaraf terjepit.

Gejala-Gejala Dari Syaraf Terjepit

Gejala-gejala dari syaraf terjepit tergantung pada syaraf mana yang terpengaruh. Setiap syaraf bertanggung jawab untuk pengiriman informasi ke atau dari bagian-bagian spesifik tubuh.

Gejala-gejala yang paling umum dari syaraf terjepit adalah:

  • nyeri,
  • mati rasa,
  • kesemutan, atau
  • kelemahan otot sepanjang alur syaraf.

Sensasi syaraf terjepit mungkin dirasakan seperti, contohnya, sensasi ketika bagian dari tubuh anda telah "jatuh tidur". Syaraf terjepit dapat menyebabkan gejala-gejala pada tempat kerusakan, atau lokasi mana saja lebih jauh menuruni alur dari syaraf yang terpengaruh.

  • Syaraf terjepit pada leher dapat menyebabkan nyeri atau kekakuan leher, bersama dengan gejala-gejala menuruni lengan.
  • Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah menyebabkan nyeri dan kekakuan punggung dengan gejala-gejala menuruni tungkai. Dokter dapat seringkali mengidentifikasi syaraf mana yang terjept pada leher atau punggung bagian bawah berdasarkan pada bagian mana dari lengan atau tungkai pasien yang terpengaruh.
  • Syaraf terjepit pada pergelangan tangan dari carpal tunnel syndrome secara khas mempengaruhi ibu jari, jari telunjuk, dan jari-jari tangan tengah. Ia dapat juga menyebabkan kelemahan pada kekuatan menggenggam pasien, dan atrophy dari otot telapak tangan dekat ibu jari. Syaraf terjepit pada siku dari cubital tunnel syndrome mempengaruhi lengan bawah, jari tangan keempat, dan jari-jari tangan kecil.

Mendiagnosa Syaraf Terjepit

Dokter akan mulai dengan menanyakan pasien berbagai pertanyaan-pertanyaan tentang nyeri, mati rasa, kesemutan, kelemahan, dan gejala-gejala lainnya. Pasien mungkin juga ditanya tentang kondisi-kondisi medis lain, sejarah pekerjaan, dan sejarah medis keluarga. Informasi ini dapat seringkali membantu dalam mengidentifikasi syaraf(-syaraf) yang terpengaruh.

Dokter akan kemudian memeriksa bagian tubuh yang terlibat. Ini mungkin termasuk pengujian kekuatan, sensasi, dan otot pasien pada otot-otot yang spesifik. Tergantung pada hasil-hasil dari sejarah medis dan pemeriksaan fisik, pasien mungkin perlu tes-tes tambahan.

Jika dokter mencurigai pasien mempunyai syaraf terjepit (kompresi dari syaraf-syaraf) pada leher atau punggung bagian bawah, X-rays mungkin perlu untuk menilai kemungkinan luka pada spine atau arthritis dari spine. Tergantung pada keparahan dan durasi dari gejala-gejala pasien, ia mungkin juga perlu CT scan atau MRI scan. Studi-studi pencitraan ini menyediakan informasi tambahan tentang syaraf terjepit yang tidak terlihat pada X-rays yang reguler, dan dapat menyediakan informasi tambahan dalam persiapan untuk intervensi operasi jika diperluakn.

Dokter mungkin juga merekomendasikan tes-tes spesifik untuk syaraf yang terpengaruh termasuk studi konduksi syaraf atau electromyography (EMG). Pada studi konduksi syaraf, tes menstimulasi syaraf-syaraf dengan impuls elektrik yang ringan dan mengukur kecepatan dari impuls yang berjalan dalam syaraf. Pada EMG, jarum kecil ditempatkan kedalam otot sementara pasien mengkontraksi otot untuk mengukur aktvitas elektrik dari otot-otot.