Kesehatan adalah karunia Allah SWT yang tidak ternilai harganya. Apalah artinya harta yang melimpah, uang banyak, tapi tubuh kita terbaring sakit. Tak ada lagi nikmatnya rumah bagus, mobil mewah dan uang berlimpah. Kesehatan juga tidak dapat kita titipkan, bahkan kepada orang dekat kita sekalipun. Jika kita sakit: anak kita, istri kita, suami kita, hanya bisa mendoakan dan mengantarkan ke rumah sakit. Oleh karena itu wajib kita jaga dan kita pelihara sendiri-sendiri. Kalau bukan diri kita yang menjaganya, lalu siapa lagi

Chat or Call me or sms Huda fanuri Hp.08123700228 (telkomsel) Hp.081907302701 (XL)

Google PageRank Checker

Epilepsy

(Seizure Disorder)

Introduksi

Hanya sedikit yang mengalami pengimbangan drama dari serangan (seizure) yang mengejangkan. Seseorang yang sedang mempunyai seizure yang parah mungkin menjerit, jatuh kelantai tidak sadar, menyentak atau bergerak tidak terkontrol, meneteskan air liur, atau bahkan kehilanan kontrol kantong kemih. Dalam beberapa menit, serangan hilang, dan orang itu mendapat kembali kesadaran namun sangat lelah dan kebingungan. Ini adalah gambaran kebanyakan orang punya ketika mereka mendengar kata epilepsy. Bagaimanaun, tipe dari seizure ini -- generalized tonic-clonic seizure -- adalah hanya satu jenis dari epilepsy. Ada banyak jenis-jenis lain, setiapnya dengan seperangkat gejala-gejala yang berbeda.

Epilepsy adalah salah satu dari penyakit-penyakit otak pertama yang digambarkan. Ia disebutkan pada Babylon kuno lebih dari 3,000 tahun yang lalu. Kelakuan yang aneh yang disebabkan oleh beberapa seizures telah berkontribusi melalui berbagai zaman pada banyak takhyul-takhyul dan prasangka-prasangka. Kata epilepsy berasal dari kata Yunani untuk "serangan". Orang-orang dahulu pikir bahwa mereka yang dengan epilepsy sedang dikunjungi oleh roh-roh jahat atau dewa-dewa. Bagaimanapun, sebelum abad 400, dokter awal Hippocrates menyarankan bahwa epilepsy adalah penyakit otak -- dan kita tahu sekarang bahwa ia benar.

Definisi Epilepsy

Epilepsy adalah penyakit otak dimana kelompok-kelompok dari sel-sel syaraf, atau neuron-neuron, dalam otak adakalanya memberi sinyal secara abnormal. Neuron-neuron normalnya menghasilkan impuls-impuls electrochemical yang bekerja pada neuron-neuron, kelenjar-kelenjar, dan otot-otot lain untuk memproduksi pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan aksi-asi manusia. Pada epilepsy, pola yang normal dari aktivitas neuron menjadi terganggu, menyebabkan sensasi-sensasi, emosi-emosi, dan kelakuan-kelakuan yang aneh, atau adakalanya kekejangan-kekejangan, spasme-spasme otot, dan kehilangan kesadaran. Sewaktu seizure, neuron-neuron mungkin menembak sebanyak 500 kali per detik, jauh lebih cepat daripada normal. Pada beberapa orang-orang, ini terjadi hanya adakalanya; untuk yang lain-lain, ia mungkin terjadi sampai ratusan kali per hari.

Lebih dari 2 juta orang di Amerika -- kira-kira 1 dalam 100 -- telah mengalami seizure yang tak beralasan atau telah didiagnosa dengan epilepsy. Untuk kira-kira 80 persen dari mereka yang didiagnosa dengan epilepsy, seizure-seizure dapat dikontrol dengan obat-obat modern dan teknik-teknik operasi. Bagaimanapun, kira-kira 25 sampai 30 persen dari orang-orang dengan epilepsy akan terus menerus mengalami seizure-seizure bahkan dengan perawatan terbaik yang tersedia. Dokter-dokter menyebut situasi ini epilepsy yang keras kepala. Mempunyai seizure tidak perlu berarti bahwa seseorang mempunyai epilepsy. Hanya ketika seseorang telah mempunyai dua atau lebih seizure-seizure ia dipertimbangkan mempunyai epilepsy.

Epilepsy tidak menular dan tidak disebabkan oleh penyakit mental atau keterbelakangan mental. Beberapa orang-orang dengan keterbelakangan mental mungkin mengalami seizure-seizure, namun seizure-seizure tidak perlu berarti orang itu mempunyai atau akan mengembangkan gangguan mental. Banyak orang-orang dengan epilepsy mempunyai kecerdasan yang normal atau diatas rata-rata. Orang-orang terkenal yang diketahui atau didesas-desuskan telah mempunyai epilepsy termasuk penulis Rusia Dostoyevsky, philosopher Socrates, military general Napoleon, dan penemu dari dinamit, Alfred Nobel, yang menegakan Nobel Prize. Beberapa pemenang medali Olympic dan atlit-atlit lain juga telah mempunyai epilepsy. Seizure-seizure adakalanya menyebabkan kerusakan otak, terutama jika mereka parah. Bagaimanapun, kebanyakan seizure-seizure kelihatannya tidak mempunyai efek yang merugikan pada otak. Segala perubahan-perubahan yang terjadi biasanya lembut/halus, dan ia seringkali tidak jelas apakah perubahan-perubahan ini disebabkan oleh seizure-seizure sendiri atau oleh persoalan yang mendasarinya yang menyebabkan seizure-seizure.

Sementara epilepsy sekarang ini tidak dapat disembuhkan, untuk beberapa orang-orang ia akhirnya hilang. Satu studi menemukan bahwa anak-anak dengan idiopathic epilepsy, atau epilepsy dengan sebab yang tidak diketahui, mempunyai 68 sampai 92 persen kesempatan menjadi bebas seizure pada 20 tahun setelah diagnosis mereka. Keganjilan-keganjilan menjadi bebas dari seizure adalah tidak sebaik untuk kaum dewasa atau untuk anak-anak dengan sindrom-sindrom epilepsy yang parah, namun meskipun demikian adalah mungkin bahwa seizure-seizure mungkin berkurang atau bahkan berhenti melalui waktu. Ini lebih mungkin jika epilepsy telah terkontrol dengan baik dengan obat-obat atau jika orang itu telah mempunyai operasi epilepsy.

Penyebab Epilepsy

Epilepsy adalah penyakit dengan banyak sebab-sebab yang mungkin. Apa saja yang mengganggu pola normal dari aktivitas neuron -- dari penyakit sampai kerusakan otak sampai perkembangan otak yang abnormal -- dapat menjurus pada seizure-seizure.

Epilepsy mungkin berkembang karena kelainan pada pejaringan (wiring) otak, ketidakseimbangan dari kimia-kimia syaraf yang memberikan sinyal yang disebut neurotransmitters, atau beberapa kombinasi-kombinasi dari faktor-faktor ini. Peneliti-peneliti percaya bahwa beberapa orang-orang dengan epilepsy mempunyai tingkat yang tingginya abnormal dari excitatory neurotransmitters yang meningkatkan aktivitas neuron, sementara yang lain mempunyai tingkat yang rendahnya abnormal dari inhibitory neurotransmitters yang mengurangi aktivitas neuron dalam otak. Kedua situasi dapat berakibat pada terlalu banyak aktivitas neuron dan menyebabkan epilepsy. Salah satu dari neurotransmitters yang paling dipelajari yang memainkan peran pada epilepsy adalah GABA, atau gamma-aminobutyric acid, yang adalah inhibitory neurotransmitter. Penelitian pada GABA telah menjurus pada obat-obat yang merubah jumlah dari neurotransmitter ini dalam otak atau merubah bagaimana otak merespon padanya. Peneliti-peneliti juga sedang mempelajari excitatory neurotransmitters seperti glutamate.

Pada beberapa kasus-kasus, usaha-usaha otak untuk memperbaiki dirinya sendiri setelah luka kepala, stroke, atau persoalan lain mungkin dengan tidak sengaja menghasilkan hubungan-hubungan syaraf yang abnormal yang menjurus pada epilepsy. Kelainan-kelainan dalam penjaringan (wiring) otak yang terjadi selama perkembangan otak juga mungkin mengganggu aktivitas neuron dan menjurus pada epilepsy.

Penelitian telah menunjukan bahwa membran sel yang mengelilingi setiap neuron memainkan peran yang penting pada epilepsy. Membran-membran (selaput-selaput) sel adalah penting untuk neuron menghasilkan impuls-impuls elektrik. Untuk sebab ini, peneliti-peneliti sedang mempelajari detail-detail dari struktur membran, bagaimana molekul-molekul bergerak masuk dan keluar dari membran-membran, dan bagaimana sel memberi makan dan memperbaiki membran. Kekacauan pada apa saja dari proses-proses ini mungkin menjurus pada epilepsy. Studi-studi pada hewan-hewan telah menunjukan bahwa, karena otak secara terus menerus beradaptasi pada perubahan-perubahan pada stimuli, perubahan kecil pada aktivitas neuron, jika diulangi, mungkin akhirnya menjurus pada meledaknya epilepsy. Peneliti-peneliti sedang menyelidiki apakah fenomena ini, yang disebutkindling, mungkin juga terjadi pada manusia-manusia.

Pada beberapa kasus-kasus, epilepsy mungkin berakibat dari perubahan-perubahan pada sel-sel otak yang bukan neuron yang disebut glia. Sel-sel ini mengatur konsentrasi-konsentrasi dari kimia-kimia dalam otak yang dapat mempengaruhi pemberian sinyal neuron.

Sekitar setengah dari semua seizure-seizure mempunyai sebab yang tidak diketahui. Bagaimanapun, pada kasus-kasus lain, seizure-siezure dengan jelas dihubungkan pada infeksi, trauma, atau persoalan-persoalan lain yang dapat diidentifikasi.

Faktor-Faktor Genetik

Penelitian menyarankan bahwa kelainan-kelainan genetik mungkin adalah beberapa dari faktor-faktor yang paling penting yang berkontribusi pada epilepsy. Beberapa tipe-tipe dari epilepsy telah ditelusuri pada kelainan dalam gen yang spesifik. Banyak tipe-tipe lain dari epilepsy cenderung beredar dalam keluarga-keluarga, yang menyarankan bahwa gen-gen mempengaruhi epilepsy. Beberpa peneliti-peneliti memperkirakan bahwa lebih dari 500 gen-gen dapat memainkan peran pada penyakit ini. Bagaimanpun, adalah meningkat dengan jelas bahwa, untuk banyak bentuk-bentuk dari epilepsy, kelainan-kelainan genetik memainkan hanya sebagian peran, mungkin dengan meningkatkan kepekaan seseorang pada seizure-seizure yang dicetuskan oleh faktor lingkungan.

Beberapa tipe-tipe dari epilepsy sekarang ini telah dihubungkan pada gen-gen yang rusak untuk kanal-kanal ion, "pintu-pintu" yang mengontrol aliran dari ion-ion masuk dan keluar dari sel-sel dan mengatur pemberi sinyal neuron. Gen yang lain, yang hilang pada orang-orang dengan epilepsy myoclonus yang progresif, bersandi untuk protein yang disebut cystatin B. Protein ini mengatur enzim-enzim yang mengurai protein-protein lain. Gen yang lain, yang dirubah pada bentuk yang parah dari epilepsy yang disebut penyakit LaFora, telah dihubungkan pada gen yang membantu mengurai karbohidrat-karbohidrat.

Sementara kelainan-kelainan gen adakalanya menyebabkan epilepsy, mereka juga mungkin mempengaruhi penyakit dalam cara-cara yang tidak begitu kentara (halus). Contohnya, satu studi menunjukan bahwa banyak orang-orang dengan epilepsy mempunyai versi dari gen yang aktifnya abnormal yang meningkatkan resisten (perlawanan) pada obat-obat. Ini mungkin membantu menjelaskan mengapa obat-obat anticonvulsant tidak bekerja untuk beberapa orang-orang. Gen-gen juga mungkin mengontrol aspek-aspek lain dari respon tubuh pada obat-obat dan setiap kepekaan seseorang pada seizure-seizure, atau ambang pintu seizure. Kelainan-kelainan pada gen-gen yang mengontrol migrasi (perpindahan) neuron -- langkah yang kritis dalam perkembangan otak -- dapat menjurus pada area-area dari neuron-neuron yang salah ditempatkan atau yang dibentuk secara abnormal, atau dysplasia, dalam otak yang dapat menyebabkan epilepsy. Pada beberapa kasus-kasus, gen-gen mungkin berkontribusi pada perkembangan dari epilepsy bahkan pada orang-orang dengan tidak ada sejarah keluarga dari penyakit ini. Orang-orang ini mungkin mempunyai kelainan yang baru saja dikembangkan, atau mutasi, pada gen yang berhubunga dengan epilepsy.

Penyakit-Penyakit Lain

Pada banyak kasus-kasus, epilepsy berkembang sebagai akibat dari kerusakan otak dar penyakit-penyakit lain. Contohnya, tumor-tumor otak, alkoholisme, dan penyakit Alzheimer seringkali menjurus pada epilepsy karena mereka merubah kerja-kerja yang normal dari otak. Stroke-stroke, serangan-serangan jantung, dan kondisi-kondisi lain yang merampas oksigen dari otak juga dapat menyebabkan epilepsy pada beberapa kasus-kasus. Kira-kira 32 persen dari semua kasus-kasus epilepsy yang baru-baru ini berkembang pada orang-orang agak tua nampaknya disebabkan oleh penyakit cerebrovascular, yang mengurangi suplai oksigen ke sel-sel otak. Meningitis, AIDS, viral encephalitis, dan penyakit-penyakit infeksius lain dapat menjurus pada epilepsy, seperti dapat hydrocephalus -- kondisi dimana kelebihan cairan menumpuk dalam otak. Epilepsy juga dapat berakibat dari ketidaktoleranan pada zat perekat gandum (juga dikenal sebapai penyakit celiac), atau dari infeksi parasit dari otak yang disebut neurocysticercosis. Seizure-seizure mungkin berhenti sekali penyakit-penyakit ini dirawat dengan sukses. Bagaimanapun, keganjilan-keganjilan dari menjadi bebas dari seizure setelah penyakit primer dirawat adalah tidak menentu dan bervariasi tergantung pada tipe dari penyakit, daerah otak yang terpengaruh, dan berapa banyak kerusakan otak terjadi sebelum perawatan.

Epilepsy dihubungkan dengan keberagaman dari penyakit-penyakit perkembangan dan metabolisme, termasuk cerebral palsyneurofibromatosispyruvate dependencytuberous sclerosisLandau-Kleffner syndrome, dan autism. Epilepsy hanyalah satu dari perangkat gejala-gejala yang umumnya ditemukan pada orang-orang dengan penyakit-penyakit ini.

Luka Kepala

Pada beberapa kasus-kasus, luka kepala dapat menjurus pada seizure-seizure atau epilepsy. Langkah-langkah keamanan seperti memakai seat belts dalam mobil-mobil dan menggunakan helmets ketika mengendarai sepeda motor atau bermain olahraga-olahraga yang bersaing dapat mencegah orang-orang dari epilepsy dan persoalan-persoalan lain yang berakibat dari luka kepala.

Luka Sebelum Kelahiran dan Persoalan-Persoalan Perkembangan

Otak yang sedang berkembang adalah peka pada banyak jenis-jenis luka. Infeksi-infeksi ibu, nutrisi yang buruk, dan kekurangan-kekurangan oksigen adalah hanya beberapa dari kondisi-kondisi yang mungkin mengambil korban pada otak dari seorang bayi yang sedang berkembang. Kondisi-kondisi ini mungkin menjurus pada cerebral palsy, yang seringkali dihubungkan dengan epilepsy, atau mereka mungkin menyebabkan epilepsy yang tidak berhubungan pada segala penyakit-penyakit lain. Kira-kira 20 persen dari seizure-seizure pada anak-anak disebabkan oleh cerebral palsy atau kelainan-kelainan neurological. Kelainan-kelainan pada gen-gen yang mengontrol perkembangan juga mungkin berkontribusi pada epilepsy. Pencitraan (imaging) otak yang lanjut telah mengungkap bahwa beberapa kasus-kasus epilepsy yang terjadi tanpa sebab yang jelas mungkin berhubungan dengan area-area dari dysplasia dalam otak yang kemungkinan berkembang sebelum kelahiran.

Keracunan

Seizure-seizure dapat berakibat dari paparan pada timah, carbon monoxide, dan banyak racun-racun lain. Mereka juga dapat berakibat dari paparan pada obat-obat jalanan dan dari overdosis dari antidepressants dan obat-obat lain.

Seizure-seizure seringkali dicetuskan oleh faktor-faktor seperti kekurangan tidur, konsumsi alkohol, stress, atau perubahan-perubahan hormon yang berhubungan dengan siklus menstrual. Pencetus-pencetus seizure ini tidak menyebabkan epilepsy namun dapat menimbulkan seizure-seizure pertama atau menyebabkan seizure-seizure dobrakan pada orang-orang yang kalau tidak mengalami kontrol seizure yang baik dengan pengobatan mereka. Terutama perampasan tidur adalah pencetus dari seizure-seizure yang universal dan kuat. Untuk sebab ini, orang-orang dengan epilepsy harus memastikan mendapat tidur yang cukup dan harus mencoba bertahan pada jadwal tidur yang teratur sebanyak mungkin. Untuk beberapa orang-orang, sinar yang berkelap-kelip pada kecepatan tertentu atau berkelipan dari monitor komputer dapat mencetus seizure; persoalan ini disebutphotosensitive epilepsy. Merokok sigaret-sigaret juga dapat mencetus seizure-seizure. Nikotin dalam sigaret-sigaret bekerja pada reseptor-reseptor untuk excitatory neurotransmitter acetylcholine dalam otak, yang meningkatkan penembakan neuron. Seizure-siezure tidak dicetuskan oleh aktivitas seksual kecuali pada kejadian-kejadian yang sangat jarang.