SOLUSI PENGOBATAN UNTUK SEHAT
solusiobat.com
Gold Natto
Gold G Sea Cucumber Jeli
Cyano Spirulina
Gold Natto
Biofirion Necklace

Telephon

Hubungi Kami di Hp. 08123700228 (Simpati) atau 081907302701

Google PageRank Checker

goldg320ml

cyanospirulina

biofirion

Gold Natto

Penyakit Hati / Masalah Liver

Definisi

Penyakit hati adalah suatu istilah untuk sekumpulan kondisi-kondisi, penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel, jaringan-jaringan, struktur dan fungsi dari hati.

Fungsi Hati

Hati adalah suatu organ penting terletak di kwadran kanan atas abdomen. Dia bertanggung jawab untuk:

  • Menyaring darah
  • Membuat empedu, suatu zat yang membantu pencernaan lemak
  • Memproses dan mengikat lemak pada pengangkutnya (protein) termasuk kolesterol. Gabungan lemak dan protein disebut lipoprotein (Chylomicron, VLDL, LDL, HDL), menyimpan gula dan membantu tubuh untuk mengangkut dan menghemat energi.
  • Membuat protein-protein penting, seperti kebanyakan yang terlibat pada pembekuan darah
  • Memetabolisme banyak obat-obatan seperti barbiturates, sedatives, and amphetamines
  • Menyimpan besi, tembaga, vitamin A dan D, dan beberapa dari vitamin B
  • Membuat protein-protein penting seperti albumin yang mengatur pengakutan cairan didalam darah dan ginjal
  • Membantu mengurai dan mendaurulang sel-sel darah merah
  • Jika hati menjadi radang atau terinfeksi, maka kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-fungsi ini jadi melemah. Penyakit hati dan infeksi-infeksi adalah disebabkan oleh suatu kondisi yang bervariasi termasuk infeksi virus, serangan bakteri, dan perubahan kimia atau fisik didalam tubuh. Penyebab yang paling umum dari kerusakan hati adalah kurang gizi (malnutrition), terutama yang terjadi dengan kecanduan alkohol.

    Gejala-gejala penyakit hati mungkin akut, terjadi tiba-tiba, atau kronis, berkembang perlahan melalui suatu periode waktu yang lama. Penyakit hati kronis adalah jauh lebih umum dari pada yang akut. Angka dari penyakit hati kronis dari laki-laki adalah dua kali lebih tinggi dari wanita. Penyakit hati dapat menjangkau dari ringan sampai berat tergantung dari tipe penyakit yang hadir.

Tanda dan Gejala Penyakit

Gejala-gejala sebagian tergantung dari tipe dan jangkaun penyakit hatinya. Pada banyak kasus, mungkin tidak terdapat gejala. Tanda-tanda dan gejala-gejala yang umum pada sejumlah tipe-tipe berbeda dari penyakit hati termasuk:

  • Jaundice atau kekuningan kulit
  • Urin yang coklat seperti teh
  • Mual
  • Hilang selera makan
  • Kehilangan atau kenaikan berat tubuh yang abnormal
  • Muntah
  • Diare
  • Warna tinja (feces)yang pucat
  • Nyeri abdomen (perut) pada bagian kanan atas perut
  • Tidak enak badan (malaise) atau perasaan sakit yang kabur
  • Gatal-gatal
  • Varises (pembesaran pembuluh vena)
  • Kelelahan
  • Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
  • Demam ringan
  • Sakit otot-otot
  • Libido berkurang (gairah sex berkurang)
  • Depresi

Suatu bentuk parah yang jarang dari infeksi hati disebut acute fulminant hepatitis, menyebabkan gagal hati. Gejala-gejala dari gagal hati termasuk:

  • Aplastic anemia, suatu keadaan dimana sumsum tulang (bone marrow) tidak dapat membuat sel-sel darah
  • Ascites, terkumpulnya cairan didalam abdomen
  • Edema atau bengkak dibawah kulit
  • Encephalopathy, kelainan yang mempengaruhi fungsi-fungsi otak
  • Hati yang membesar dan perih (sakit)
  • Limpa membesar
  • Perubahan dalam status mental atau tingkat kesadaran
  • Rentan terhadap perdarahan
  • Hepatitis B

    Jangkauan Persoalan

    Sekitar satu per tiga dari populasi dunia pernah terpapar pada suatu waktu pada virus hepatitis B (HBV). Selain itu, hampir 350 juta individu-individu diseluruh dunia terinfeksi secara kronis (durasi yang lama) dengan virus ini. Sebagai akibatnya, komplikasi-komplikasi dari infeksi virus hepatitis B menjurus pada dua juta kematian-kematian setiap tahunnya.

    Menurut angka-angka dari Centers for Disease Control (CDC), 140,000 sampai 320,000 kasusu-kasus akut (durasi yang pendek) hepatitis B (infeksi hati dengan virus hepatitis) terjadi setiap tahun di Amerika. Hanya kira-kira 50% dari orang-orang dengan hepatitis B akut, bagaimanapun, mempunyai gejala-gejala (adalah simptomatik). Diantara pasien-pasien yang simptomatik (symptomatic), 8,400 sampai 19,000 orang-orang diopname dan 140 sampai 320 meninggal setiap tahun di Amerika. Pada dekade yang lalu, bagaimanapun, suatu penurunan yang lebih dari 70% dalam kejadian hepatitis B akut telah terjadi di Amerika. Penurunan ini mungkin berkaitan dengan kesadaran publik yang meninggi pada HIV dan AIDS dan praktek-praktek seksual yang lebih aman yang diakibatkannya. (Hepatitis Virus B dan HIV disebarkan dalam suatu cara yang hampir sama). Pada saat ini, kejadian-kejadian hepatitis B akut yang paling tinggi adalah diantara dewasa-dewasa muda, terutama orang-orang hitam dan orang-orang hispanik, antara umur 20 dan 30 tahun.

    Kebanyakan dewasa-dewasa (lebih besar dari 95%) dengan hepatitis B akut akan sembuh sepenuhnya. Sebagai akibatnya, mereka akan menjadi imun (terlindung dari) terhadap suatu infeksi virus hepatitis B masa depan. Berlawanan dengannya, kebanyakan bayi-bayi dan anak-anak yang terinfeksi dengan virus hepatitis B akut akan menjadi terinfeksi kronis dengan virus. Jadi, di Amerika, suatu perkiraan dari 1 sampai 1.25 juta orang-orang terinfeksi kronis dengan virus hepatitis B. Lebih jauh, 5,000 sampai 6,000 orang-orang meninggal setiap tahun dari penyakit hati virus hepatitis B kronis dan komplikasi-komplikasinya, termasuk kanker hati (hepatocellular carcinoma) primer (berasal dari hati).

    Pada beberapa bagian-bagian dunia, infeksi virus hepatitis B adalah selalu hadir (endemic) dalam populasinya. Contohnya, di Asia Tenggara dan Afrika Sub-Sahara, sebanyak 15 sampai 20% dari dewasa-dewasa terinfeksi kronis dengan virus hepatitis B. Di Amerika, angka-angka sebegitu tinggi dari infeksi-infeksi kronis terlihat hanya diantara kelompok-kelompok etnik spesifik yang tertentu. Kelompok-kelompok ini termasuk pribumi-pribumi Alaska, orang-orang kepulauan Pasifik, dan bayi-bayi dari ibu-ibu imigran (pendatang) generasi pertama dari negara-negara dengan angka-angka infeksi virus hepatitis B yang tinggi.

    Definisi Virus Hepatitis B

    Virus hepatitis B termasuk suatu keluarga dari virus-virus DNA yang disebutHepadnaviridae. Virus-virus ini terutama menginfeksi sel-sel hati. Nama keluarga datang dari Hepa, berarti hati; DNA, merujuk pada deoxyribonucleic acid, materi genetik virus; dan viridae, berarti virus. Virus-virus lain dalam keluarga ini dapat menyebabkan hepatitis pada hewan-hewan tertentu. Virus-virus ini termasuk virus hepatitis woodchuck, virus hepatitis bajing tanah, dan virus hepatitis bebek. Hepadnaviridae adalah sangat serupa satu dengan lainnya. Maka, beberapa model-model hewan telah dikembangkan untuk mempelajari virus hepatitis B dan untuk mengevaluasi obat-obat baru untuk merawat virus hepatitis B.

    Gen-gen dari virus hepatitis B mengandung kode-kode genetik untuk membuat sejumlah produk-produk protein, termasuk hepatitis B surface antigen (HBsAg),hepatitis B core antigen (HBcAg)hepatitis B e antigen (HBeAg), dan DNA polymerase. Keempat protein-protein ini adalah penting untuk diketahui karena mereka diukur dalam tes-tes darah yang digunakan untuk mendiagnosis virus hepatitis B.

    Virus hepatitis B terdiri hanya dari suatu partikel core (bagian pusat) dan suatu bagian luar yang mengelilinginya (surrounding envelope). Core terdiri dari HBcAg, dimana bagian luar terdiri dari HBsAg. Partikel core mengandung virus hepatitis B DNA (VHB-DNA), HBeAg, dan DNA polymerase. HBeAg, seperti didiskusikan kemudian, melayani sebagai suatu marker (penanda) dari kemampuan virus untuk menyebarkan infeksi. DNA polymerase adalah suatu bagian penting dari proses reproduksi virus yang unik dari virus. Apa yang relevan (bersangkut-paut) disini adalah bahwa virus HIV (human immunodeficiency virus) juga ber-reproduksi menggunakan proses yang sama ini. Sebagai akibatnya, banyak obat-obat yang telah dikembangkan untuk menghambat proses reproduksi ini untuk merawat infeksi HIV mungkin juga adalah efektif dalam merawat infeksi virus hepatitis B

Kanker Hati

Definisi Kanker Hati (hepatocellular carcinoma, HCC)

Kanker hati (hepatocellular carcinoma) adalah suatu kanker yang timbul dari hati. Ia juga dikenal sebagai kanker hati primer atau hepatoma. Hati terbentuk dari tipe-tipe sel yang berbeda (contohnya, pembuluh-pembuluh empedu, pembuluh-pembuluh darah, dan sel-sel penyimpan lemak). Bagaimanapun, sel-sel hati (hepatocytes) membentuk sampai 80% dari jaringan hati. Jadi, mayoritas dari kanker-kanker hati primer (lebih dari 90 sampai 95%) timbul dari sel-sel hati dan disebut kanker hepatoselular (hepatocellular cancer) atau Karsinoma (carcinoma).

Ketika pasien-pasien atau dokter-doter berbicara tentang kanker hati, bagaimanapun, mereka seringkali merujuk pada kanker yang telah menyebar ke hati, yang telah berasal dari organ-organ lain (seperti kolon/usus besar, lambung, pankreas, payudara, dan paru). Lebih spesifik, tipe kanker hati ini disebut penyakit (kanker) hati metastatik atau kanker hati sekunder. Jadi, istilah kanker hati sebenarnya dapat merujuk pada kanker hati metastatik atau kanker hepatoselular. Subyek dari artikel ini adalah hepatocellular carcinoma, yang akan saya rujuk sebagai kanker hati.

Jangkauan Persoalan Kanker Hati

Kanker hati adalah kanker kelima yang paling umum di dunia. Suatu kanker yang mematikan, kanker hati akan membunuh hampir semua pasien-pasien yang menderitanya dalam waktu satu tahun. Pada tahun 1990, organisasi kesehatan dunia memperkirakan bahwa ada kira-kira 430,000 kasus-kasus baru dari kanker hati diseluruh dunia, dan suatu jumlah yang serupa dari pasien-pasien yang meninggal sebagai suatu akibat dari penyakit ini. Sekitar tiga per empat kasus-kasus kanker hati ditemukan di Asia Tenggara (China, Hong Kong, Taiwan, Korea, dan Japan). Kanker hati juga adalah sangat umum di Afrika Sub-Sahara (Mozambique dan Afrika Selatan).

Frekwensi kanker hati di Asia Tenggara dan Afrika Sub-Sahara adalah lebih besar dari 20 kasus-kasus per 100,000 populasi. Berlawanan dengannya, frekwensi kanker hati di Amerika Utara dan Eropa Barat adalah jauh lebih rendah, kurang dari lima per 100,000 populasi. Bagaimanapun, frekwensi kanker hati diantara pribumi Alaska sebanding dengan yang dapat ditemui pada Asia Tenggara. Lebih jauh, data terakhir menunjukan bahwa frekwensi kanker hati di Amerika secara keseluruhannya meningkat. Peningkatan ini disebabkan terutama oleh hepatitis C kronis, suatu infeksi hati yang menyebabkan kanker hati.

Sirosis Hati

Definisi Sirosis

Sirosis adalah suatu komplikasi dari banyak penyakit-penyakit hati yang dikarakteristikan olah struktur dan fungsi hati yang abnormal. Penyakit yang menjurus pada sirosis melakukan begitu karena mereka melukai dan membunuh sel-sel hati, dan peradangan dan perbaikan yang berkaitan dengan sel-sel hati yang mati menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Sel-sel hati yang tidak mati melipatgandakan/membiak dalam suatu usaha untuk menggantikan sel-sel yang telah mati. Ini berakibat pada sekelompok-sekelompok sel-sel hati yang baru terbentuk (regenerative nodules) dalam jaringan parut. Ada banyak penyebab-penyebab sirosis; mereka termasuk kimia-kimia (seperti alkohol, lemak, dan obat-obat tertentu), virus-virus, logam-logam beracun (seperti besi dan tembaga yang berakumulasi dalam hati sebagai suatu akibat dari penyakit-penyakit genetik), dan penyakit autoimun hati dimana sistim imun tubuh menyerang hati.

Sirosis menyebabkan Persoalan-Persoalan

Hati adalah suatu organ tubuh yang penting. Ia melakukan banyak fungsi-fungsi yang kritis, dua darinya adalah menghasilkan unsur-unsur yang diperlukan oleh tubuh, contohnya, protein-protein pembeku yang perlu supaya darah membeku/menggumpal, dan mengeluarkan unsur-unsur beracun yang dapat membahayakan tubuh, contohnya, obat-obat. Hati juga mempunyai suatu peran yang penting dalam mengatur penyediaan glukosa (gula) dan lemak-lemap (lipids) untuk tubuh yang digunakan oleh tubuh sebagai bahan bakar. Supaya dapat melakukan fungsi-fungsi kritis ini, sel-sel hati harus bekerja secara normal, dan mereka harus mempunyai suatu hubungan yang intim dengan darah karena unsur-unsur yang ditambahkan atau dikeluarkan oleh hati diangkut ke dan dari hati oleh darah.

Hubungan hati terhadap darah adalah unik. Tidak seperti kebanyakan organ-organ tubuh, hanya sejumlah kecil darah disediakan pada hati oleh arteri-arteri. Kebanyakan dari penyediaan darah hati datang dari vena-vena usus ketika darah kembali ke jantung. Vena utama yang megembalikan darah dari usus disebut vena portal (portal vein). Ketika vena portal melewati hati, ia terpecah kedalam vena-vena yang meningkat bertambah kecil. Vena-vena yang paling kecil (disebutsinusoid-sinusoid karena struktur mereka yang unik) ada dalam kontak yang dekat dengan sel-sel hati. Faktanya, sel-sel hati berbaris sepanjang sinusoid-sinusoid. Hubungan yang dekat ini antara sel-sel hati dan darah dari vena portal mengizinkan sel-sel hati untuk mengeluarkan dan menambah unsur-unsur pada darah. Sekali darah telah melewati sinusoid-sinusoid, ia dikumpulkan dalam vena-vena yang meningkat bertambah besar yang ahirnya membentuk suatu vena tunggal, vena hepatik (hepatic veins) yang mengembalikan darah ke jantung.

Pada sirosis, hubungan antara darah dan sel-sel hati hancur. Meskipun sel-sel hati yang selamat atau dibentuk baru mungkin mampu untuk menghasilkan dan mengeluarkan unsur-unsur dari darah, mereka tidak mempunyai hubungan yang normal dan intim dengan darah, dan ini mengganggu kemampuan sel-sel hati untuk menambah atau mengeluarkan unsur-unsur dari darah. Sebgai tambahan, luka parut dalam hati yang bersirosis menghalangi aliran darah melalui hati dan ke sel-sel hati. Sebagai suatu akibat dari rintangan pada aliran darah melalui hati, darah tersendat pada vena portal, dan tekanan dalam vena portal meningkat, suatu kondisi yang disebut hipertensi portal. Karena rintangan pada aliran dan tekanan-tekanan tinggi dalam vena portal, darah dalam vena portal mencari vena-vena lain untuk mengalir kembali ke jantung, vena-vena dengan tekanan-tekanan yang lebih rendah yang membypass hati. Sayangnya, hati tidak mampu untuk menambah atau mengeluarkan unbsur-unsur dari darah yang membypassnya. Itu adalah suatu kombinasai dari jumlah-jumlah sel-sel hati yang dikurangi, kehilangan kontak normal antara darah yang melewati hati dan sel-sel hati, dan darah yang membypass hati yang menjurus pada banyaknya manifestasi-manifestasi dari sirosis.

Suatu penyebab kedua untuk persoalan-persoalan yang disebabkan oleh sirosis adalah hubungan yang terganggu antara sel-sel hati dan saluran-saluran melalui mana empedu mengalir. Empedu adalah suatu cairan yang dihasilkan oleh sel-sel hati yang mempunyai dua fungsi yang penting: membantu dalam pencernaan dan mengeluarkan dan menghilangkan unsur-unsur yang beracun dari tubuh. Empedu yang dihasilkan oleh sel-sel hati dikeluarkan kedalam saluran-saluran yang sangat kecil yang melalui antara sel-sel hati yang membatasi sinusoid-sinusoid, disebutcanaliculi. Canaliculi bermuara kedalam saluran-saluran kecil yang kemudian bergabung bersama membentuk saluran-saluran yang lebih besar dan lebih besa lagi. Akhirnya, semua saluran-saluran bergabung kedalam satu saluran yang masuk ke usus kecil. Dengan cara ini, empedu mencapai usus dimana ia dapat membantu pencernaan makanan. Pada saat yang bersamaan, unsur-unsur beracun yang terkandung dalam empedu masuk ke usus dan kemudian dihilangkan/dikeluarkan dalam tinja/feces. Pada sirosis, canaliculi adalah abnormal dan hubungan antara sel-sel hati canaliculi hancur/rusak, tepat seperti hubungan antara sel-sel hati dan darah dalam sinusoid-sinusoid. Sebagai akibatnya, hati tidak mampu menghilangkan unsur-unsur beracun secara normal, dan mereka dapat berakumulasi dalam tubuh. Dalam suatu tingkat yang kecil, pencernaan dalam usus juga berkurang.

Autoimmune Hepatitis

Fungsi Hati

Hati adalah "kamar mesin" tubuh. Ia memainkan peran yang penting dalam pencernaan, ia membuat ratusan komponen-komponen (misal kebanyakan protein-protein darah) yang penting untuk kehidupan, ia adalah tempat utama produksi energi dan bekerja sebagai gudang energi, dan ia membantu dalam pengeluaran senyawa-senyawa racun dari darah.

Hati manusia terdiri dari dua segmen-segmen utama atau lobes: lobe kanan yang besar dan lobe kiri yang lebih kecil. Ia mendekap terhadap diaphragm dibawah sangkar tulang rusuk dibagian kanan atas dari perut. Pada kaum dewasa, ia seberat kira-kira 2-3 lbs (1.0-1.5 kg) dan mempertahankan ukurannya pada proporsi yang relatif konstan pada berat badan, meningkat atau berkurang dalam ukuran ketika kita menambah atau kehilangan berat badan. Ini mewakili kapasitas berlebihan yang besar terhadap apa yang sebenarnya diperlukan untuk menopang kehidupan, dan kita kenyataannya dapat memanage cukup baik dengan hanya kira-kira 20-30% dari hati-hati kita yang berfungsi secara normal. Ia adalah organ yang sungguh kuat. Ketika rusak, dan jika kerusakan dapat dihentikan, atau ketika sebagian dikeluarkan secara operasi, ia adalah satu-satunya organ yang mempunyai kemampuan untuk meregenerasi dirinya sepenuhnya ke ukuran benar yang tepat.

Hati membantu pencernaan dengan menghasilkan empedu, cairan yang berwarna coklat-orange yang adalah campuran dari kolesterol, beragam protein-protein dan yang disebut garam-garam empedu - yang adalah detergent-detergent yang sangat kuat. Warnanya disebabkan oleh kehadiran dari bilirubin, yang adalah produk pembuangan yang dibentuk dari haemoglobin (protein pembawa oksigen utama dalam sel-sel darah merah) ketika sel-sel darah merah tua diuraikan. Empedu dikeluarkan via saluran-saluran empedu dan disimpan dalam kantong empedu, dari mana ia kemudian dikeluarkan kedalam duodenum (bagia pertama dari usus-usus) ketika diperlukan. Makanan-makanan berlemak yang memasuki duodenum dari lambung dibuat lebih mudah dicerna dengan emulsifikasi oleh garam-garam empedu. Bilirubin dan produk-produk uraiannya adalah pigmen-pigmen yang memberikan feces-feces warna normal coklat mereka. Adalah juga pigmen yang membuat kulit berubah kuning pada orang-orang yang jaundiced. Ini karena, ketika hati rusak, empedu seringkali tidak dapat dikeluarkan secara benar dan bilirubin cenderung berakumulasi dalam darah.

Definisi Auto-Immune Hepatitis

Maksudnya, ia adalah penyakit dimana tubuh "menolak" hatinya sendiri. Sistim imun tubuh didisain normalnya untuk melawan infeksi. Ketika kita terinfeksi oleh, katakan, virus, sel-sel darah putih khusus menyerang organisme yang menginfeksi dan mengeliminasinya secara langsung atau menghasilkan protein-protein yang dikenal sebagai antibodi-antibodi yang secara khusus mengenali dan membantu menghancurkan organisme. Cukup sering, infeksi-infeksi disertai oleh beberapa (biasanya cukup minor) kerusakan "yang kebetulan" pada jaringan-jaringan yang sehat, oleh sel-sel darah putih sendiri atau melalui produksi dari antibodi-antibodi (dikenal sebagai auto antibodies) terhadap jaringan-jaringan tubuh sendiri. Hal yang sama dapat terjadi ketika jaringan-jaringan dirusak oleh senyawa-senyawa kimia (seperti beberapa tipe-tipe dari obat-obat). Dengan kata-kata lain, kita semua berada dalam keadaan "autoimmunity", namun pada kebanyakan orang-orang ada mekanisme yang mematikan (atau mengontrol) reaksi-reaksi autoimmune oleh sistim-sistim imun kita terhadap jaringan-jaringan kita sendiri. Pada orang-orang dengan AIH, nampaknya bahwa mereka dilahirkan dengan (atau mengembangkan) kerusakan-kerusakan pada sistim kontrol ini sehingga mereka tidak dapat mematikan serangan autoimmune terhadap hati-hati mereka sendiri. Kerusakan-kerusakan serupa nampak hadir pada orang-orang dengan penyakit-penyakit autoimmune dari organ-organ lain, seperti penyakit autoimmune tiroid,myasthenia gravis (yang mempengaruhi syaraf-syaraf dan otot-otot), rheumatoid arthritis (yang mempengaruhi sendi-sendi), dan beberapa bentuk-bentuk dari diabetes.

Mengapa hanya beberapa jaringan-jaringan yang terpengaruh, misalnya hati pada AIH, dan tidak yang lain-lainnya ? Ini karena mekanisme kontrol adalah sangat kompleks. Nampaknya bahwa ia mempunyai beberapa komponen-komponen, beberapa yang mempunyai efek "dampening down" umum pada sistim imun dan lain-lain yang mengontrol reaksi-reaksi secara terpisah terhadap setiap dari jaringan-jaringan yang berbeda dalam tubuh. Unutk mengembangkan penyakit autoimmune yang mempengaruhi hanya (atau terutama) satu organ, adalah mungkin bahwa bagian-bagian kontrol umum tidak bekerja secara benar dan bahwa ada kerusakan-kerusakan tambahan pada salah satu dari bagian-bagian yang mengontrol reaksi-reaksi terhadap setiap jaringan secara terpisah.

Tipe-Tipe Yang Berbeda Dari Autoimmune Hepatitis

Hingga beberapa tahun yang lalu, penyelidik-penyelidik yang melakukan penelitian pada AIH mengelompokan penyakit menurut tipe-tipe yang berbeda dari auto antibodies yang ditemukan dalam darah dari pasien-pasien. Pasien-pasien denganantinuclear (ANA) atau smooth muscle (SMA) auto antibodies, atau kedua-duanya, dikatakan mempunyai AIH tipe 1 dan mereka yang tidak mempunyai ini namun mempunyai apa yang disebut liver-kidney microsomal antibodies (LKM1)dikatakan empunyai penyakit tipe 2. Kira-kira 95% dari orang-orang dengan AIH, yang melingkupi semua batasan umur dari laki-laki dan wanita-wanita, mempunyai tipe 1. Paisen-pasien tipe 2 terdiri dari kelompok kecil dari (biasanya) wanita-wanita muda dengan penyakit yang parah. Belakangan, dikenali bahwa beberapa pasien-pasien tidak mempunyai satupun dari ketiga antibodies ini namun mempnyai auto antibodies lain yang sedang ditemukan. Ini diklasifikasikan sebagai mempunyai AIH tipe 3 dan subdivisi-subdivis lain disarankan berdasarkan auto antibodies lain yang ditemukan. Pengalaman dan penelitian lebih lanjut telah menunjukan bahwa keparahan penyakit lebih dihubungkan pada umur ketika ia berkembang (lihat bagian keempat) daripada pada tipe dari auto antibodies dan bahwa, paling sedikit dari pandangan klinis, ada sedikit perbedaan antara tipe-tipe yang berbeda atau sub-tipe. Semua tipe-tipe merespon pada perawatan standard (lihat bagian ke delapan) pada kebanyakan kasus-kasus dan tidak ada banyak perbedaan pada hasil akhir jangka panjang. Meskipun demikian, istilah-istilah tipe 1 dan tipe 2 masih umum digunakan karena dirasakan bahwa mekanisme-mekanisme dari kerusakan hati mungkin berbeda pada kedua tipe-tipe ini - meskipun respon pada perawatan dan hasil akhir adalah serupa.

Siapa Yang Lebih Banyak Dipengaruhi, Laki-Laki Atau Wanita-Wanita ?

Seperti kebanyakan penyakit-penyakit autoimmune, ia terutama mempengaruhi wanita-wanita (hanya kira-kira 20% dari orang-orang dengan AIH adalah laki-laki). Ia dapat berkembang pada segala umur namun mayoritas yang besar dari orang-orang dengan AIH mengembangkan penyakit antara umur antara 50 dan 70 tahun (seringkali sekitar menopause pada wanita-wanita). Ia cenderung menjadi lebih parah pada orang-orang yang lebih muda. Orang-orang yang lebih tua umumnya mempunyai bentuk yang lebih ringan yang seringkali lebih mudah dikontrol dengan perawatan (lihat bagian ia dirawat.